Archive for the Category »religi «

Hikmah Kematian

Hikmah apa yang dapat kita ambil disaat menyaksikan kematian seorang sahabat, misalnya? Apakah terbersit dalam hati kita, bahwa esok atau lusa kitapun akan mengalami kematian seperti itu juga? Atau malah kita tidak senang setiap  mendengar kalimat mati?

Ingatlah sahabatku, setiap orang yang pernah hidup di muka bumi ini ditakdirkan untuk mati. Tanpa kecuali, mereka semua akan mati, tiap orang. Saat ini, kita tidak pernah menemukan jejak orang-orang yang telah meninggal dunia. Perhatikan

“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kemudian hanyalah kepada Kami kamu dikembalikan.” (QS. 29:57)

Tetapi mengapa banyak orang yang alergi ketika mendengan kata mati? Mengapa? Banyak faktor yang membuat seseorang enggan mati. Ada  orang yang  enggan  mati  karena ia tidak mengetahui apa yang akan dihadapinya setelah kematian; mungkin  juga  karena  menduga bahwa  yang  dimiliki  sekarang  lebih  baik  dari yang akan didapati nanti. Atau mungkin juga karena membayangkan betapa sulit  dan  pedih  pengalaman  mati  dan  sesudah mati. Atau mungkin karena khawatir  memikirkan  dan  prihatin  terhadap keluarga  yang  ditinggalkan,  atau  karena tidak mengetahui makna hidup dan mati, dan lain sebagainya, sehingga semuanya merasa cemas dan takut menghadapi kematian.

Kiat menghadapi kematian adalah dengan memperbanyak ibadah dan amal sholeh. Dengan begitu kita semua siap dalam menghadapi kematian. Artikel ini dibuat khusus mengingatkan diriku sendiri agar tidak terlalu diperbudak oleh hawa nafsu. Sejujurnya saya hampir saja jatuh kedalam pelukan “Berhala” yang bernama Google setelah sekian  lama mengikuti kontes Mengembalikan Jati Diri Bangsa itu. Na’u zubillahi min dzalik.

Category: religi  Tags: , ,  5 Comments
Selamat Hari Raya Idhul Fitri

Seganap Direksi dan Karyawan Blog Setengah Hati mengucapkan Selamat Hari Raya Idhul Fitri, moga-moga Amal ibadah kita diterima dan diberi balasan yang berlipat ganda oleh Allah SWT dan Semoga kita dipertemukan kembali dengan Ramadhan Tahun Depan

Category: religi  Tags:  10 Comments
Puasa sebagai Sarana Mengembalikan Jati Diri

Puasa Ramadhan yang sebentar lagi inshaAllah akan bersama kita jelang merupakan salah satu media untuk bisa Mengembalikan Jati Diri Bangsa, Kenapa ? Mari kita kaji bersama, hadirin sidang jum’at yang berbahagia !  Allah berfirman di dalam Al-Qur’an :

Artinya : “   Hai orang-orang yang beriman, diwajibkanatas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atasorang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa,”

Hadirin yang mulia, dari ayat tersebut diatas jelas sekali disebutkan tujuan daripada di wajibkannya kita berpuasa adalah la’allakum tattaquun, agar kamu sekalian bertaqwa, lalu apa kaitannya Taqwa dan jatidiri bangsa? Kita semua memahami bahwa kita hidup di negeri yang meyakini betul bahkan dijadikan sebagai salah satu pilar bangsa yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa. Bahwa bangsa kita sejak awal meyakini akan adanya Tuhan yang maha Satu, Esa, tunggal.  Jadi pengingkaran terhadap keyakinan akan Tuhan yang esa, adalah salah satu bentuk penghilangan Jati Diri Bangsa. Oleh karena itu segala upaya untuk meningkatkan keyakinan kita pada Tuhan yang Esa, adalah merupakan suatu usaha mengembalikan jati diri bangsa itu sendiri, disinilah bertemunya muara bagaimana puasa yang tujuannya adalah menjadikan umatnya bertaqwa dengan upaya kita mengembalikan jati diri bangsa.

Hadirin Rahimakumullah,  memanfaatkan momen Ramadhan untuk penggemblengan fisik dan spiritual, tidak saja bermanfaat bagi pribadi sang pelakunya, namun juga bermanfaat untuk kesehatan sosial kita, karena dengan puasa kita bisa merasakan bagaimana menahan lapar dan dahaga, sekaligus bisa dapat menyelami apa yang dirasakan oleh orang-orang yang tidak mampu yang kesehariannya secara terus-menerus harus menahan lapar dan dahaga karena tidak mempunya sesuatu yang bisa di makan dan diminum, betapa banyak saudara-saudara kita yang bernasib demikian. Sungguh tidaklah elok ketika kita berpuasa namun tidak membangkitkan sisi sosial kita untuk sekedar ikut mereasakan apa yang dirasakan oleh orang-orang yang bernasib papa penuh derita. semestinya puasa kita nanti bisa menggerakkan hati kita untuk menjadi pribadi yang tidak hanya soleh secara pribadi namun juga soleh secara sosial sehingga tidak sungkan-sungkan untuk berbagi dengan mereka yang papa dan menderita. Jati Diri kita sebagai sosok yang penuh nilai sosial harus bisa dibangkitkan setelah kita menjalani puasa. Semoga !

Mari kita bersama sambut Ramadhan sebagai sarana dan media untuk mengembalikan jati diri kita sebagai seorang muslim yang utuh.