Hikmah Kematian
Line Break

Author: khai (5 Articles)

Bila malam tiba, ku dengar kau panggil aku dengan perlahan… “khay,bangun, update blog gih” ah…

Hikmah apa yang dapat kita ambil disaat menyaksikan kematian seorang sahabat, misalnya? Apakah terbersit dalam hati kita, bahwa esok atau lusa kitapun akan mengalami kematian seperti itu juga? Atau malah kita tidak senang setiap  mendengar kalimat mati?

Ingatlah sahabatku, setiap orang yang pernah hidup di muka bumi ini ditakdirkan untuk mati. Tanpa kecuali, mereka semua akan mati, tiap orang. Saat ini, kita tidak pernah menemukan jejak orang-orang yang telah meninggal dunia. Perhatikan

“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kemudian hanyalah kepada Kami kamu dikembalikan.” (QS. 29:57)

Tetapi mengapa banyak orang yang alergi ketika mendengan kata mati? Mengapa? Banyak faktor yang membuat seseorang enggan mati. Ada  orang yang  enggan  mati  karena ia tidak mengetahui apa yang akan dihadapinya setelah kematian; mungkin  juga  karena  menduga bahwa  yang  dimiliki  sekarang  lebih  baik  dari yang akan didapati nanti. Atau mungkin juga karena membayangkan betapa sulit  dan  pedih  pengalaman  mati  dan  sesudah mati. Atau mungkin karena khawatir  memikirkan  dan  prihatin  terhadap keluarga  yang  ditinggalkan,  atau  karena tidak mengetahui makna hidup dan mati, dan lain sebagainya, sehingga semuanya merasa cemas dan takut menghadapi kematian.

Kiat menghadapi kematian adalah dengan memperbanyak ibadah dan amal sholeh. Dengan begitu kita semua siap dalam menghadapi kematian. Artikel ini dibuat khusus mengingatkan diriku sendiri agar tidak terlalu diperbudak oleh hawa nafsu. Sejujurnya saya hampir saja jatuh kedalam pelukan “Berhala” yang bernama Google setelah sekian  lama mengikuti kontes Mengembalikan Jati Diri Bangsa itu. Na’u zubillahi min dzalik.

Share and Enjoy:
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google Bookmarks
  • MisterWong
Category: religi  Tags: , ,
You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.
5 Responses
  1. aliefchandra says:

    wah ini nich artikel yang sangat bermanfaat buat saya..makasih ya mas…mampir kalau berkenan silaturahmi,,,sama kalau bisa biar tambah erat tukeran link ya mas ni blog amatir punya saya http://ahligiza.blogspot.com ,,maklum baru belajar mas,,,tinggalkan comentar ya mass trimakasih assalamualaikum

    [Reply]

  2. ofaragilboy says:

    takut mati = takut hidup,

    salam

    [Reply]

  3. [...] lagi Gus Yehia yang menurunkan artikel Himah Kematian. Dalam postingan terbarunya beliau menuliskan tentang kematian. “Tiap-tiap yang berjiwa akan [...]

  4. seonekad says:

    Perbanyaklah mengingat mati

    [Reply]

  5. haji says:

    Terima kasih atas informasinya

    [Reply]

Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>