Mengembalikan Jati Diri Bangsa Sebuah Kemustahilan
Line Break

Author: Gus Yehia (151 Articles)

Blogger 1/2 hati, tapi baik hati, suka menabung, suka ngaji, suka bantuin ayah benerin genting bocor, suka bantuin bunda beli cabai keriting juga, ngeblog karena panggilan jiwa (hueks)

Mengembalikan Jati Diri Bangsa jelas sebuah kemustahilan bagi mereka yang tidak mempunyai jati diri yang kuat sebagai anak bangsa. Mengapa demikian? Cobalah tengok para pengemis dan koruptor disana. Sebuah kemustahilan bila mereka dapat Mengembalikan Jati Diri Bangsa.

Sebagaimana diketahui bahwa setiap orang mempunyai jati diri yang unik. Masing-masing orang mempunyai kelebihan dan kekurangan. Dan jati diri setiap orang tidak mungkin sama. Yang bisa disamakan salah satunya adalah visi dan misi dalam mencapai tujuan bersama.

Mengapa saya katakan bahwa mengembalikan jati diri bangsa sebuah kemustahilan? Karena perbedaan visi dan misi antar individu tentu tidak bisa disatukan dalam mencapai tujuan. Andaikan dahulu para pahlawan kita tidak mempunyai visi dan misi yang sama untuk mencapai kemerdekaan, mungkin saat ini bangsa kita masih dikuasai oleh bangsa imperium.

Saat ini dikala kita hanya tinggal mengisi kemerdekaan yang telah mereka capai, mengapa kita tidak dapat menyatukan visi dan misi untuk membangun bangsa ini menjadi sebuah bangsa yang besar dan disegani oleh bangsa lain? Tentu jawabnya adalah karena perbedaan kepentingan. Bagi sebagian orang mengisi kemerdekaan itu tidak penting. Yang terpenting adalah bagaimana supaya ia dapat memperkaya diri untuk keluarganya, organisasinya dll. Tindakan yang melanggar hukumpun mereka lakukan asalkan tujuan utama mereka terwujud. Inilah yang saya maksudkan mengembalikan jati diri bangsa yang hilang

Sungguh ironis. Disaat sebagian orang giat ingin mengembalikan kejayaan bangsa ini untuk mampu berbicara banyak ditingkat dunia, sebagian yang lain malah melakukan penggerogotan diberbagai bidang. Korupsi merajalela! Hampir disemua sendi kehidupan sudah dirasuki penyakit korupsi. Lalu apakah Peringatan Hari Antikorupsi Dunia akan dapat menggugah hati mereka untuk tidak melakukan kegiatan itu lagi? Allahu alam.

Sebuah kemustahilan kita akan mampu mengembalikan jati diri bangsa bila semua elemen masyarakat tidak segera menyempurnakan jati dirinya menuju jati diri yang bermartabat dan berguna bagi orang lain. Dalam lingkup yang lebih luas, jati diri yang kuat dapat mengembalikan citra buruk bangsa kita sebagai Negara terkorup di dunia.

Mari kita perdalam pendidikan agama kepada anak-anak kita agar setelah mereka besar mereka mempunyai sebuah benteng yang kuat untuk menolak segala bentuk tindakan yang merugikan orang lain. Dengan mengajarkan pendidikan agama sedini mungkin kepada anak-anak kita, itu berarti kita telah melakukan sebuah langkah kecil untuk mengembalikan jati diri bangsa

Share and Enjoy:
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google Bookmarks
  • MisterWong
You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.
4 Responses
  1. Mengembalikan Jati Diri Bangsa Sebuah Kemustahilan | Gus Yehia…

    Mengembalikan Jati Diri Bangsa jelas sebuah kemustahilan bagi mereka yang tidak mempunyai jati diri yang kuat sebagai anak bangsa. Mengapa demikian? Cobalah tengok para pengemis dan koruptor disana. Sebuah kemustahilan bila mereka dapat Mengembalikan J…

  2. lama ndak kelihatan lagi turun gunung ya gus

    [Reply]

  3. Akh itu kan perasaan kang Khai saja, semua itu tak ada yg mustahil BOS, apalagi untuk mengembalikan jati diri bangsa …

    [Reply]

  4. wahyubmw says:

    Waduh lama sekali saya tidak silaturahim, afwan akh

    [Reply]

Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>