RUU Pornografi dan Pornoaksi… YESSS!
Line Break

Author: Gus Yehia (146 Articles)

membaca dan mendengar carut-marutnya perjalanan RUU Pornografi dan pornoaksi saya kok gak habis pikir, termasuk serunya postingan spektrum tentang masalah ini. TERUTAMA kepada para penentang RUU tersebut. misalkan yang berasalasan dengan ‘akan membatasi ruang gerak dan kebebasan seni’ huh.. Apakah seni yang berkualitas itu mesti berbumbu pornografi?? nggak la yawh, gw punya bukti bahwa seni berkualitas itu malah yang nggak berbumbu pornografi, Mau?? Siapa yang nggak kenal Leonardo Da Vinci? Kebangetan dah kalo gak kenal.. Ya Leonardo Da Vinci dengan Lukisan Monalisanya, lalu apa hubungannya? gini.. sebetulnya Monalisa itu adalah sebagian karya kecil dari Leonardo Da Vinci dari banyak karya-karyanya yang sebagian besar banyak meng EKSPLOITASI tubuh perempuan bahkan nggak sedikit yang telanjang, tapi kenapa justru yang paling POPULER adalah gambar MONALISA? yang justru gambar dengan lukisan perempuan dengan gaya yang SANTUN? bukan karya Leonardo Da Vinci yang lukisan perempuan TELANJANG?? kenapa… kenapa??? ini adalah salah satu bukti dari sekian banyak bukti bahwa karya seni yang agung tidak harus nyentuh-nyentuh yang porno-pornoan, Kalau seandainya karya seni yang tinggi dan berkualitas adalah yang ada nilai Pornonya tentu karya Leonardo Da Vinci yang paling terkenal bukanlah Monalisa.. tul gaak ibu-ibu ?
Bukti yang Kedua, silakan perhatikan gambar berikut ini dan silakan gunakan Daya Seni Anda untuk menilai..
Terus begini ibu-ibu ..
Tujuan dari UU Pornografi dan Pornoaksi itu Baik.. di sana di sebutkan bahwa :

BAB II
ASAS, TUJUAN DAN RUANG LINGKUP
Bagian pertama
Asas dan Tujuan
Pasal 2

Pembatasan dan pelarangan terhadap pembuatan,
penyebarluasan, dan penggunaan pornografi berasaskan
kemanusiaan yang adil dan beradab dengan memperhatikan
nilai-nilai kultural, susila, dan moral, keadilan,
perlindungan hukum, dan kepastian hukum.

Pasal3
Undang-Undang tentang Pornografi dan Pornoaksi bertujuan ;
a. Mangatur tata kehidupan masyarakat dengan menjunjung tinggi harkat dan martabat warga negara serta nilai-nilai kultur masyarakat Indonesia yang plural.
b. Membatasi pembuatan dan pemanfaatan barang pornografi yang tidak sesuai dengan tujuan, fungsi dan peruntukannya.
c. Mencegah pengaruh negatif globalisasi dan dampak sosial masyarakat akibat dari kondisi tingkat kesejahteraan dan kualitas pendidikan masyarakat.

Tuh kan tujuannya baik banget.. Apakah ibu-ibu semua rela dengan maraknya aktifitas porno di sekitar kita? apakah ibu-ibu rela dengan membanjirnya kegiatan/acara/tontonan yang nggak layak tonton bebas mengudara dan dikonsumsi anak-anak ibu semua? nggak kan ibu-ibu?
Jadi Mari berpikir Jernih dan jangan Emosional pelajari dan hayati materi dari RUU itu dan ayuk di dukung,,

Merdeka !!

Share and Enjoy:
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google Bookmarks
  • MisterWong
Category: Uncategorized  Tags: , , , ,
You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.
13 Responses
  1. shah says:

    M’kasih atas kunjungannya ke blog SBY eh blog saya

    RUU Pornografi? Saya dukung ! Sehingga membatasi saya juga agar gak tergiur oleh GSM alias gerakan syahwat (shahnagara ajah) merdeka

    ==============
    Gus Yehia :
    Baguslah shah kalo dah sadar.. wakakaka..
    makasih juga kunjungannya

    [Reply]

  2. Yari NK says:

    Merdeka! Harus merdeka juga dari pornografi sekaligus dari seniman2 murahan yang cuma mengobral pornografi karena keputusasaan… huehehe….

    ==============
    Gus Yehia :
    Tul Pak

    [Reply]

  3. Faishal Arif says:

    Aku masih kecil mas..jadi ngak mikir gituan.

    link nya udah aku pasang..
    ==============
    Gus Yehia :
    Iyalah bagus faishal, Jangan pernah mikir dan kepikiran hal pornografi
    Iya linknya udah aku pasang juga tuh

    [Reply]

  4. Andy MSE says:

    Di tengah kontroversi UU Pornografi, saya tetap anti pornografi dan pornoaksi… Bahkan menurut saya ada yang kurang yaitu pornowicara, alias omong jorok… Sepertinya perlu diatur juga agar orang tidak seenaknya omong jorok…
    Bagaimana Gus??? Setuju???

    ==============
    Gus Yehia :
    Yup Say No buat hal yang Porno-pornoan ..

    [Reply]

  5. h4rs says:

    dukung gus menjadi wakil DPR….

    ==============
    Gus Yehia:
    wahahaha.. gak pingin jadi DPR kok

    [Reply]

  6. khay says:

    Semoga lekas sembuh Gus…
    Kasian juga si hars..
    Ga bisa update blog… lantaran ftp akunnya ga bisa diakses

    semangadd gus

    wassalam
    ==============
    Gus Yehia :
    Makasih Khay Doanya.
    Iya, Masalah hosting Hars udah di benerin kok

    [Reply]

  7. Faishal Arif says:

    ya mas..sebulan yang lalu aku beli buku tentang leonardo davinci..

    ——–
    Gus Yehia :
    Oh Yaa??? Baguslah ..

    [Reply]

  8. marsudiyanto says:

    Saya ndak bisa ngomentari yang berat2 kayak begituan… Sudah ada ahlinya…

    =====
    Gus Yehia :
    Yang penting antipornografi dan pornoaksi pak

    [Reply]

  9. papa deddy says:

    tujuannya memang bagus
    akan tetapi biasanya setelah itu akan banyak yang menyalah tafsirkan
    terutama beberapa golongan tertentu, yang gerakannya radikal dan gak ngontrol dengan nalar

    [Reply]

  10. dani says:

    di bali, umumnya seni/budayanya malah banyak memperlihatkan pundak dan sebagaian batas atas dada perempuan, kebaya transparan, laki2 bertelanjang dada, bercelana pendek di mall.. jd batas pornografinya seberapa ya..untungnya akhirnya ada revisi uu tsb

    jika ttg tayangan di tv, seberapa batas dikatakan tdk porno..definisi badan sensor film pun sptnya berbeda..tdk menampakkan belahan dada (salah artis/kameramen/sutradara/pemasukan iklan/dll..)? tdk menonjolkan payudara yg memang besar? tdk menunjukkan dada berbulu? tdk mengenakan pakaian ketat? tdk menunjukkan adegan yg ‘kesannya’ [bbrp sebenarnya memang] berciuman bibir? dll

    setuju uu pornografi sebaiknya ada
    tp ya itu..bahasanya biar jelas aja..tdk salah tafsir

    [Reply]

  11. Menurut saya, yang menjadi masalah utama dalam penetapan UU Pornografi adalah definisi dari pornografi yang kurang jelas. Sebagai contoh, bagaimana jika saya melakukan protes terhadap UU tersebut dengan cara berdiri di Bunderan Hotel Indonesia lalu menurunkan celana dan bermasturbasi di depan umum sambil berteriak-teriak, “saya protes! SAYA PROTES!!!” sambil mengocok-ngocok dengan histeris. Nah, apakah tindakan saya tersebut termasuk melanggar UU Pornografi? Silakan didiskusikan.

    ==========
    Gus Yehia :
    Wakakaka.. kalo tindakan seperti itu di Bundaran HI sih ngga hanya melanggar UU itu tapi juga :
    – Melanggar Ketertiban Umum.
    – Ngga Tahu Malu ..
    – Saya Yakin Hanya orang yang ngga waras yg mau Demo kek gitu..
    – Perlu di periksa oleh dokter jiwa..wakakaka..

    Soal Definisi Pornografi, Jelas kok definisinya di UU tersebut (alhamdulillah udah di sahkan) disana disebutkan di BAB Ketentuan Umum di pasal 1, poin ke-1 : “Pornografi adalah hasil karya manusia yang memuat materi seksualitas dalam bentuk gambar, sketsa, ilustrasi, foto, tulisan, suara, bunyi, gambar bergerak, animasi, kartun, syair, percakapan, atau bentuk-bentuk pesan komunikasi lain dan/atau melalui media yang dipertunjukkan di depan umum dan/atau dapat membangkitkan hasrat seksual serta melanggar nilai-nilai kesusilaan dalam masyarakat dan/atau menimbulkan berkembangnya pornoaksi dalam masyarakat.”
    Coba deh dibaca Undang-undang tersebut dengan hati yang jernih,
    Anyhow undang-undang itu sudah di sahkan di DPR, tentu saja lewat proses demokratis lah, nggak mungkin pakai pemaksaan kan?

    [Reply]

  12. wira says:

    Saya rasa semua orang (waras) tidak suka dengan peredaran pornografi secara bebas. Tapi saya mungkin berbeda pendapat dengan anda. Kalau UU itu tidak bermasalah, tidak mungkin Propinsi Bali menolak UU tersebut.

    [Reply]

  13. Dewi Persik pasti ga setuju, Gus.

    [Reply]

Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>