Puasa Ramadhan yang sebentar lagi inshaAllah akan bersama kita jelang merupakan salah satu media untuk bisa Mengembalikan Jati Diri Bangsa, Kenapa ? Mari kita kaji bersama, hadirin sidang jum’at yang berbahagia ! Allah berfirman di dalam Al-Qur’an :

Artinya : “ Hai orang-orang yang beriman, diwajibkanatas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atasorang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa,”
Hadirin yang mulia, dari ayat tersebut diatas jelas sekali disebutkan tujuan daripada di wajibkannya kita berpuasa adalah la’allakum tattaquun, agar kamu sekalian bertaqwa, lalu apa kaitannya Taqwa dan jatidiri bangsa? Kita semua memahami bahwa kita hidup di negeri yang meyakini betul bahkan dijadikan sebagai salah satu pilar bangsa yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa. Bahwa bangsa kita sejak awal meyakini akan adanya Tuhan yang maha Satu, Esa, tunggal. Jadi pengingkaran terhadap keyakinan akan Tuhan yang esa, adalah salah satu bentuk penghilangan Jati Diri Bangsa. Oleh karena itu segala upaya untuk meningkatkan keyakinan kita pada Tuhan yang Esa, adalah merupakan suatu usaha mengembalikan jati diri bangsa itu sendiri, disinilah bertemunya muara bagaimana puasa yang tujuannya adalah menjadikan umatnya bertaqwa dengan upaya kita mengembalikan jati diri bangsa.
Hadirin Rahimakumullah, memanfaatkan momen Ramadhan untuk penggemblengan fisik dan spiritual, tidak saja bermanfaat bagi pribadi sang pelakunya, namun juga bermanfaat untuk kesehatan sosial kita, karena dengan puasa kita bisa merasakan bagaimana menahan lapar dan dahaga, sekaligus bisa dapat menyelami apa yang dirasakan oleh orang-orang yang tidak mampu yang kesehariannya secara terus-menerus harus menahan lapar dan dahaga karena tidak mempunya sesuatu yang bisa di makan dan diminum, betapa banyak saudara-saudara kita yang bernasib demikian. Sungguh tidaklah elok ketika kita berpuasa namun tidak membangkitkan sisi sosial kita untuk sekedar ikut mereasakan apa yang dirasakan oleh orang-orang yang bernasib papa penuh derita. semestinya puasa kita nanti bisa menggerakkan hati kita untuk menjadi pribadi yang tidak hanya soleh secara pribadi namun juga soleh secara sosial sehingga tidak sungkan-sungkan untuk berbagi dengan mereka yang papa dan menderita. Jati Diri kita sebagai sosok yang penuh nilai sosial harus bisa dibangkitkan setelah kita menjalani puasa. Semoga !
Mari kita bersama sambut Ramadhan sebagai sarana dan media untuk mengembalikan jati diri kita sebagai seorang muslim yang utuh.
Suara dari langit2